alat sex pria
Home » » Bercinta di Pulau Bali

Bercinta di Pulau Bali

Cerita Dewasa || Bercinta di Pulau Bali || Kuta Membara



Cerita Dewasa: Mimpi Yang KenyataanCerita Dewasa Terbaru - "Akhirnya sampai juga...", aku merasa lega sudah tiba di Bali. Aku bersama Agnes dan anaknya Chelsea berliburan ke sini, selain dalam rangka kawin tamasya, ini untuk liburan bagi mereka. Aku tau kejadian sebelumnya sudah pasti tidak bisa dilupakan, Agnes dan Chelsea sudah mendapat beberapa therapi dari psikiater, mereka sudah agak baikan, kini aku yang harus membawa mereka bersenang-senang untu melupakan bebannya.

Hari pertama kami langsung ke pantai, Chelsea terlihat senang sekali. "Man, thanks ya sudah perhatian sama kami", kata Agnes. "Loh loh, kita kan sudah menjadi suami istri, apa yang harus disungkan kan lagi?", kataku. Kami duduk di bawah pohon kelapa sambil melihat Chelsea yang sedang bermain pasir dengan senangnya. Karena kami datang bukan di hari liburan, pantai lumayan sepi, lebih asyik untuk bersantai, tidak seperti hari libur yang ramai dengan pengunjung. "Aku gak mau kalo Herman baik padaku hanya karena kasihan...", lanjut Agnes. "Agnes sendiri tau, sejak bangku SMP saja Herman sudah sangat menyukai Agnes...", kataku yang kemudian terdiam karena kaget teringat bahwa aku telah mengungkit masa lalu. Agnes diam sebentar, wajahnya sedikit murung, lalu ia melanjutkan pembicaraan, "Agnes juga suka Herman kok dari dulu...", terlihat Agnes sudah tegar menghadapi masa lalu nya yang suram. Aku lalu memeluknya dengan kuat, "Maafin Herman, Nes...", kataku yang menyadari salahku. "Mulai hari ini, Herman akan selalu menjaga Agnes...", janjiku kepadanya.
Sebentar Agnes meneteskan air mata, lalu aku menariknya untuk kedekat Chelsea. Kami pun bermain bersama layaknya sebuah keluarga. Yah, kami memang sudah menjadi keluarga. Chelsea pun sudah diajarkan untuk memanggilku Papa, walaupun aku tidak tahu siapa ayah kandungnya, bahkan Agnes sendiri juga tidak mengetahuinya dengan pasti. Namun perasaan aku mengatakan bahwa Chelsea adalah darah dagingku, kami seperti ada ikatan batin.
Kami pun membuat sebuah istana pasir kecil sambil bercanda ria. Lepas dari itu kami berenang, menghabiskan sepanjang hari ini di pantai. Chelsea terlihat tersenyum lepas, ia mulai bisa melupakan kejadian sebelumnya. Cintaku dan Agnes mulai bersemi kembali, ia juga mulai menerimaku sebagai suaminya. Dan aku tak mau mengecewakannya lagi, cukuo sudah yang terjadi di masa lalu.
Hari sudah mulai sore, Agnes dan Chelsea mulai capek, kami pun mencari tempat menginap yang tidak jauh dari sini. Dapat sebuah hotel yang cukup mewah, kami pun segera ke kamar untuk mandi dan beristirahat. Baring-baring sebentar lalu kami keluar lagi untuk mencari makan. Tak mau mengecewakan Agnes dan Chelsea, aku pun membawa mereka ke restoran yang cukup elit. Biarlah ini menjadi kenangan yang baik untuk mereka.
Selesai makan, kami pun kembali ke hotel, karena Chelsea sudah merengek karena ngantuk, sedari tadi ia menguap terus. Sampai di kamar hotel, seperti biasa Agnes menyanyikan lagu untuk mengantar tidur Chelsea. Aku pun menunggu di teras kamar yang memandang ke arah pantai, kemudian setelah Chelsea terlelap, Agnes pun menyusul. Kami berbincang-bincang sejenak, meyakinkan kembali hubungan kami, dan siap saling menerima kelebihan maupun kekurangan masing-masing, melupakan masa lalu yang kelam untuk menyongsong masa depan yang indah.
Agnes terlihat cantik malam ini, gaun yang aku belikan untuknya terlihat sangat cocok dikenakannya. "Bidadariku...", kataku sambil melihat Agnes yang tetap cantik sedari dulu. "Ah, papa...", Agnes tersipu malu. Aku terus menggodanya hingga ia mulai terbang, kemudian aku pun mengajaknya untuk mengukir malam yang indah.
"Bagus sewa satu kamar lagi pa... Tar kalo di sini malah ganggu tidurnya Chelsea...", saran Agnes. "Hmmm....", aku mengangguk sambil mencubit mesra ke dagunya. Kemudian aku menelpon ke pelayan hotel untuk menyiapkan kamar sebelah. Tak lama kemudian kuncipun diserahkan. Kami pun segera berpindah ke kamar sebelah.
Aku dan Agnes belum pernah bercinta secara bebas, dulu di bangku SMP percintaan kami dengan terpaksa, aku telah memperkosanya dengan kasar. Kini hubungan kami sudah tanpa halangan, semoga malam ini menjadi malam yang indah.
Begitu masuk kamar, aku langsung merebahkan tubuh Agnes ke ranjang, lalu ku peluk dan ku ciumi wajahnya. Keningnya, pipinya dan bibirnya tak luput dari ciumanku. Lidah kami pun saling beradu dalam pergulatan bibir kami. Agnes sudah piawai dalam hal ini, tubuhnya yang harum membuatku sangat terangsang. Sambil berciuman, aku pun melepaskan kancing bajuku. Sedangkan Agnes yang sedikit kesulitan melepaskan gaunnya, dengan terpaksa melepaskan ciuman dan ia bangkit untuk melepaskan gaunnya.
Kini kami sudah bugil tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh kami. Tidak ada raut wajah malu lagi yang terpancar dari kami. Kami lalu kembali berpelukan dan merebahkan diri di ranjang. Kami meneruskan perang lidah kami, ku peluk erat tubuhnya hingga susunya nempel di dadaku, sungguh nikmat. Lalu Agnes pun menurunkan tangannya untuk menjamah penisku.
Kini aku berada di bawah, Agnes terliat sangat agresif, sambil melumat bibirku, tangannya pun sibuk mengocok penisku. Tanganku pun kini sudah meraba susunya Agnes. Sudah entah ada berapa pria yang pernah bersetubuh dengan Agnes, tapi aku tidak memperdulikannya lagi, bagiku yang lalu cukuplah sudah berlalu.
Lidahku menyisiri isi mulut Agnes, bagian dalamnya seperti gusi dan gigi terus ku sapu hingga ke langit mulutnya, Agnes juga membalas dengan menyedoti lidahku, sungguh permainan mulut yang cukup lama. Bibirnya pun terus kugigit kecil, baik bagian atas maupun bawahnya. Terus beradu beberapa menit hingga kami mulai bosan, dan ke tahap selanjutnya.
Aku mulai menciumi lehernya, lalu menurun hingga ke dadanya. Kukenyot susunya yang bagian kanan, sedangkan susunya yang bagian kiri kuremas dengan tangan ku. Agnes sendiri menyodorkan dadanya padaku, cukup lama aku menyantap payudara nya itu, hingga Agnes sendiri kegelian. Karena posisinya di atas, ia lebih leluasa bergerak.
Ia kemudian turun sehingga aku tidak bisa lagi menyedot susunya, ia sengaja turun untuk mencapai daerah penisku. Tanpa ragu lagi, Agnes lalu melahap penisku bagaikan sosis, diemutnya dengan semangat, layaknya seorang perek yang sudah profesional. Sungguh nikmat sekali bisa bersetubuh dengan orang yang kita cintai.
Agnes terus mengulum batang kemaluan ku, kantung telurku pun tak luput dimainkannya, baik dengan mulut maupun dengan jarinya. Kemudian ia mengocok oenisku dengan tangannya, sungguh nikmat. Dijilatinya pangkal pahaku hingga ke ujung penisku, membuatku sungguh tak bisa menahan geli.
Cukup lama juga Agnes menyepong penisku, dan aku juga tidak mau mengecewakannya, aku minta dia berputar agar kami bisa melakukan gaya enam sembilan. Agnes pun berputar mengarahkan vaginanya ke wajahku. Agnes mengulum penisku dan aku menjilati vaginanya, cukup adilkan? Ku jilati bagian luar vaginanya sambil menusuk-nusukkan jari ku ke dalam lubangnya. Ku jilat dan ku gigit kecil di bagian klitorisnya, Agnes pun merasa geli, apalagi jari ku pun tak henti keluar masuk dan mengobok-obok liang vaginanya. Agnes pun demikian, sesekali ia melepaskan kulumannya dan mengganti kerja mulutnya dengan tangannya.
Gaya enam sembilan kami berlangsung cukup lama, hingga kami sudah sangat merasa di puncak, kami pun segera menghentikan pergulatan kami. Tak mau cepat-cepat menyudahi percintaan kami, kami pun mengambil jeda menenangkan kemaluan kami. Tak sampai dua menit, kami pun kembali beradu. Kini aku sudah tak sabar menggenjot vagina Agnes, segera ku tindih tubuhnya, lalu ku tuntun penisku untuk masuk ke lubang vagina Agnes.
"Arghhhh........" desah panjangku setelah penisku berhasil melesap masuk ke vagina Agnes. Ku naik turunkan pinggulku untuk memompa Agnes. Agnes pun merem melek kenikmatan merasakan rudalku mengocok di dalam vaginanya. Kemudian kulmat bibirnya yang mungil. Tanpa henti terus kugenjot hingga pinggangku pegal. Namun kenikmatan ini telah mengalahkan rasa capekku.
Walaupun aku sudah banyak menikmati tubuh gadis lain, tapi hanya dengan Agnes lah aku merasakan sensasi yang berbeda, sensasi yang timbul karena benih-benih cinta yang tumbuh di hati ku. Sedangkan Agnes, ia juga telah banyak mengalami persetubuhan, entah dia akan bosan denganku atau tidak.
Sambil menggenjotnya aku kembali teringat masa laluku serta mengingat apa yang telah Agnes ceritakan pengalamananya. Dulu di bangku SMP, aku pernah memperkosanya bersama teman-temanku secara bergantian, hanya hal sepele, karena Agnes akan dijodohkan kepada seorang pria kaya, setelah memperkosanya, Agnes ditinggalkan sendirian digubuk dan kemudian ditemukan oleh petani, Agnes kemudian tak luput dari perkosaan itu lagi. Lebih malangnya lagi ketika ia kabur, ia malah bertemu dengan pencari kodok, lagi-lagi ia diperkosa. Kisah tragis dan memilukan itu aku melihatnya dengan jelas. Setelah itu, Agnes pun pindah ke Jepang, dia tinggal bersama tantenya, namun malangnya belum usai, ia menjadi budak cinta oleh om dan sepupunya. Masih di Jepang, ia juga pernah diperkosa di dalam bus oleh yakuza di sana. Hingga akhirnya ia mesti kabur dari Jepang ke Singapura. Saat itu aku pernah mengunjunginya, tapi sudah telat, ia sudah bersuami orang bule. Aku mengintip percintaan hardcore mereka, malangnya Agnes tidak berhenti. Ketika suaminya bangkrut, ia malah dijual ke rekan bisnis suaminya yang kasar. Oleh sebab itulah dengan terpaksa ia harus kembali lagi ke Indonesia. Nasib sial beruntun masih terjadi, kami diculik pria yang pernah dijodohkan dengan Agnes, dan pria itu memperkosa Agnes. Kini Agnes sudah jadi milikku, tidak akan aku biarkan seorang pria pun menyentuhnya.
Pergulatan kami masih terus berlangsung, namun kami sudah berganti posisi, Agnes mengambil posisi atas, ia mengocok penisku dengan vaginanya, pinggulnya terus bergoyang dan bergoyang, maju mundur, dan kiri kanan. WOT maut milik Agnes ini akhirnya membuatku berejakulasi, aku pun menyemprotkan spermaku di dalam lubang vagina Agnes. Lalu kubaringkan Agnes, dengan jari tanganku aku pun mengocok vaginanya yang belum juga berejakulasi. Mula-mula satu jari, mungkin karena seringnya diperkosa, vagina Agnes menjadi sedikit lebih longgar, ku tambahkan dua jari, hingga tiga jadi. Ku keluar masukkan jariku dengan cepat, agar Agnes segera berejakulasi dan aku bisa beristirahat. Beberapa menit kemudian kurasakan dalam vaginanya sudah penuh dengan air, lalu kutarik jari ku, dan ternyata air bercucuran menyembur keluar. "Arghhhhh........", desahan Agnes serentak dengan aku yang langsung merebahkan badan.
Aku pun kemudian memeluk Agnes, sambil berbicara sebentar, akhirnya kami ketiduran. Sekitar pukul 00:00 aku terbangun lagi, melihat tubuh Agnes yang masih telanjang bulat membuat penisku kembali mengeras, kuputuskan untuk melanjutkan ronde ke dua. Agnes masih tertidur, ku coba buka pahanya sehingga Agnes bergaya ngangkang, aku pun menusukkan penisku ke vaginanya tanpa membangunkannya.
Ketika penisku melesap masuk ke vaginanya, Agnespun membuka matanya. "Pa....", panggilnya dengan mata yang masih sayup-sayup. Aku tidak menjawabnya, tapi aku terus menggenjot vaginanya. "Pa... Ngantuk...", kata Agnes. Matanya merem tanpa mau melawan, aku tidak mau menghiraukan rasa kantuknya, malam ini malam terindah yang tidak boleh aku lewatkan. Agnes sama sekali tidak mau bangun, mau tidak mau aku yang harus bekerja ekstra dengan menggenjotnya dari atas, hanya posisi ini yang bisa aku dapatkan. Keluar masuk penisku dari vaginanya sama sekali tidak membuatnya meninggalkan rasa kantuknya. Ya sudah lah, pikirku, biar Agnes sibuk dengan tidurnya, dan aku sibuk dengan vaginanya.
Sedikit bosan karena tidak mendapatkan balasan dari Agnes, akhirnya kupercepat iramaku, agar aku cepat mencapai klimak. Tubuh Agnespun bergoncang kuat karena goyanganku, maju mundur mengikuti irama pompaanku. Dan akhirnya 'blleeessssss' kembali spermaku memenuhi isi vaginanya. Puas menyalurkan hasrat aku pun kembali tidur. Agnes masih enak tidur tanpa mau menghiraukanku. Sebentar saja aku kemudian terlelap kembali.
Sekitar jam 03:45 aku tiba-tiba terbangun karena merasakan hangat di bagian penis ku. "Mama?..." ternyata Agnes sedang mengulum penisku. Penisku yang tadinya sedang tertidur, sontak langsung terbangun. Wah, ronde ketiga nih pikirku dalam hati. Kini giliran aku yang pura-pura capek, kubiarkan Agnes terus mengulum penisku. Asyik sekali, walaupun telah menganggu tidurku, namun aku rela sekali. Hanya dengan terbaring saja, aku dilayani istriku, enaknya, tanpa perlu keluar tenaga. Agnes terus melumat penisku dan buah jakarku, membuatku sangat terangsang, namun aku menahannya agar Agnes yang berusaha sendiri. Dan sesuai kemauanku, Agnes bangkit dan berjongkok di atas penisku yang mengeras, ia mengarahkan penisku ke lubang vaginanya, 'blessss' penisku langsung saja melesap tepat ke vaginanya. Kini giliran Agnes yang bekerja ekstra, ia terpaksa naik turun agar bisa memompa penisku. Asyik sekali rasanya, percintaan seperti ini akan menjadi kenangan indah bagiku. Capek naik turun, kini Agnes hanya memutar mutar pinggulnya, ke kiri, ke kanan, ke depan dan ke belakang.
Cukup lama Agnes memompaku, hingga ia sendiri telah berejakulasi, kurasakan penisku basah seperti tenggelam di dalam gelas berisi air penuh. Air itu bercucuran keluar membasahi sekitar pahaku. Agnes masih tidak mau berhenti, ia mau sampai aku berejakulasi, thanks ya Nes, pikirku dalam hati. Akhirnya aku pun berejakulasi untuk ketiga kalinya di malam ini.
Agnes akhirnya lunglai dan terkapar menindihku, penisku masih tertancap di vaginanya, dari keras hingga mengecil. Kemudian aku balikkan tubuh Agnes agar ia bisa tidur di sampingku dengan nyenyak.
Terbangun di jam 06:00 aku dan Agnes segera mandi dan berpakaian kembali. Buru-buru kami menyusul ke kamar segera untuk memastikan Chelsea belum terbangun dari tidurnya. Syukurlah, Chelsea masih tidur dengan nyenyak, kalau saja ia terbangun maka akan membuatnya ketakutan karena tidak melihat kami di kamar ini.
Setelah Chelsea terbangun, kami kembali melanjutkan liburan kami, berkeliling di pulau Bali, berbelanja dan berwisata sepuas kami. Dan tiap malamnya aku mendapatkan percintaan yang spesial dari Agnes, bahkan lebih spesial dibanding malam sebelumnya. Malam-malamku kini terus dihiasi dengan mimpi yang sempurna.

Cerita Dewasa HOT - 3 Wanita 1 Pria




Namaku Jackie dan tentunya bukan nama asliku. Aku adalah pria yang kurang beruntung, karena sudah dua kali ingin berniat untuk berkeluarga dan dua-duanya gagal. Aku berasal dari Indonesia, tapi sudah lama sekali tinggal di negerinya “kanguru”. Dan atas saran teman-teman, maka aku mensponsori seorang cewek dari Indonesia dengan niat untuk menikah. Tapi setelah wanita itu mendapatkan izin tinggal tetap di negeri ini, wanita itu meninggalkan aku.

Cerita Dewasa HOT - 3 Wanita 1 Pria

Begitu juga dengan yang kedua, yang berasal dari Amerika Latin. Nah, karena rumah yang kumiliki ini mempunyai dua kamar dan karena aku hanya tinggal sendiri sekaligus sudah kapok untuk mencari pasangan lagi, maka kamar yang satunya aku sewakan pada seorang pelajar (cowok) dari Jepang. Namanya Gamhashira. Gamha yang playboy ini sudah dua hari pulang ke negerinya untuk berlibur setelah menamatkan SMA-nya.


Cerita Dewasa HOT - 3 Wanita 1 Pria
Pada suatu sore di hari libur (liburan dari kerja) aku buang waktu dengan main internet, lebih kurang satu setengah jam bermain internet, tiba-tiba terdengar suara bel. Setengah kesal aku hampiri juga pintu rumahku, dan setelah aku mengintip dari lubang kecil di pintu, kulihat tiga orang gadis. Kemudian kubuka pintu dan bertanya (maaf langsung aku terjemahkan saja ke bahasa Indonesia semua percakapan kami),
“Bisa saya bantu?” kataku kepada mereka.


Cerita Dewasa HOT - 3 
Wanita 1 Pria
“Maaf, kami sangat mengganggu, kami mencari Gamha dan sudah satu jam lebih kami coba untuk telepon tapi kedengarannya sibuk terus, maka kami langsung saja datang.”
Yang berwajah Jepang nyerocos seperti kereta express di negerinya.


“Oh, soalnya saya lagi main internet, maklumlah soalnya hanya satu sambungan saja telepon saya,” jawabku.
“Memangnya kalian tidak tahu kalau si Gamha sedang pulang kampung dua hari yang lalu?” lanjutku lagi.


Kali ini yang bule berambut sebahu dengan kesal menjawab, “Kurang ajar si Gamha, katanya bulan depan pulangnya, Jepang sialan tuh!”
“Eh! Kesel sih boleh, tapi jangan bilang Jepang sialan dong. Gua tersinggung nih,” yang berwajah Jepang protes.
“Sudahlah, memang belum rejeki kita dijajanin sama si Gamha,” sekarang bule bermata biru nyeletus.
Dengan setengah bingung karena tidak mengerti persoalannya, kupersilakan mereka untuk masuk. Mulanya mereka ragu-ragu, akhirnya mereka masuk juga. “Iya deh, sekalian numpang minum,” kata bule yang berambut panjang masih kedengaran kesalnya.


Setelah mereka duduk, kami memperkenalkan nama kami masing-masing.
“Nama saya Jacky,” kataku.
“Khira,” kata yang berwajah Jepang (dan memang orang Jepang).
Yang berambut panjang menyusul, “Emily,” (Campuran Italia dengan Inggris).
“Saya Eve,” gadis bermata biru ini asal Jerman.
“Jacky, kamu berasal dari mana?” lanjutnya.
“Jakarta, Indonesia,” jawabku sambil menuju ke lemari es untuk mengambilkan minuman sesuai permintaan mereka.
Sekembalinya saya ke ruang tamu dimana mereka duduk, ternyata si Khira dan Eve sudah berada di ruang komputer saya, yang memang bersebelahan dengan ruang tamu dan tidak dibatasi apa-apa.
Aduh, panas sekali nich?!” si Emily ngedumel sambil membuka kemeja luarnya.


Memang di awal bulan Desember lalu, Australia ini sedang panas-panasnya. Aku tertegun sejenak, karena bersamaan dengan aku meletakkan minuman di atas meja, Emily sudah melepaskan kancing terakhirnya. Sehingga dengan jelas dapat kulihat bagian atas bukit putih bersih menyembul, walaupun masih terhalangi kaos bagian bawahnya. Tapi membuatku sedikit menelan ludah. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara si Eve,
“Jacky, boleh kami main internetnya?”
“Silakan,” jawabku.
Aku tidak keberatan karena aku membayar untuk yang tidak terbatas penggunaannya.
“Mau nge-chat yah?” tanyaku sambil tersenyum pada si Emily.
“Ah, paling-paling mau lihat gambar gituan,” lanjut Emily lagi.
“Eh, kaliankan masih di bawah umur?” kataku mencoba untuk protes.
“Paling umur kalian 17 tahun kan?” sambungku lagi.

Cerita Dewasa HOT - 3 Wanita 1 Pria  
Khira menyambut, “Tahun ini kami sudah 18 tahun. Hanya tinggal beberapa bulan saja.” Aku tidak bisa bilang apa-apa lagi. Baru saja aku ngobrol dengan si Emily, si Eve datang lagi menanyakan, apa saya tahu site-nya gambar “gituan” yang gratis. Lalu sambil tersenyum saya hampiri komputer, kemudian saya ketikkan salah satu situs seks anak belasan tahun gratis kesukaanku. Karena waktu mengetik sambil berdiri dan si Khira duduk di kursi meja komputer, maka dapat kulihat dengan jelas ke bawah bukitnya si Khira yang lebih putih dari punyanya si Emily. Barangku terasa berdenyut. Setengah kencang. Setelah gambar keluar, yang terpampang adalah seorang negro sedang mencoba memasuki barang besarnya ke lubang kecil milik gadis belasan. Sedangkan mulut gadis itu sudah penuh dengan barang laki-laki putih yang tak kalah besar barangnya dengan barang si negro itu. Terasa barangku kini benar-benar kencang karena nafsu dengan keadaan. Si Emily menghampiri kami berada, karena si Eve dan Khira tertawa terbahak-bahak melihat gambar itu. Aku mencoba menghindar dari situ, tapi tanpa sengaja sikut Khira tersentuh barangku yang hanya tertutup celana sport tipis. Baru tiga langkah aku menghindar dari situ, kudengar suara tawa mereka bertambah kencang, langsung aku menoleh dan bertanya, “Ada apa?” Eve menjawab, “Khira bilang, sikutnya terbentur barangmu,” katanya.


Aku benar-benar malu dibuatnya. Tapi dengan tersenyum aku menjawab, “Memangnya kenapa, kan wajar kalau saya merasa terangsang dengan gambar itu. Itu berarti aku normal.” Kulihat lagi mereka berbisik, kemudian mereka menghampiriku yang sedang mencoba untuk membetulkan letak barangku. Si Eve bertanya padaku sambil tersipu,
“Jacky, boleh nggak kalau kami lihat barangmu?”
Aku tersentak dengan pertanyaan itu.
“Kalian ini gila yah, nanti aku bisa masuk penjara karena dikira memperkosa anak di bawah umur.”
(Di negeri ini di bawah 18 tahun masih dianggap bawah umur).
“Kan tidak ada yang tahu, lagi pula kami tidak akan menceritakan pada siapa-siapa, sungguh kami janji,” si Emily mewakili mereka.
“Please Jacky!” sambungnya.
“Oke, tapi jangan diketawain yah!” ancamku sambil tersenyum nafsu.


Dengan cepat kuturunkan celana sport-ku dan dengan galak barangku mencuat dari bawah ke atas dengan sangat menantang. Lalu segera terdengar suara terpekik pendek hampir berbarengan.
“Gila gede banget!” kata mereka hampir berbarengan lagi.
“Nah! Sekarang apa lagi?” tanyaku.
Tanpa menjawab Khira dan Emily menghampiriku, sedangkan Eve masih berdiri tertegun memandang barangku sambil tangan kanannya menutup mulutnya sedangkan tangan kirinya mendekap selangkangannya. “Boleh kupegang Jack?” tanya Khira sambil jari telunjuknya menyentuh kepala barangku tanpa menunggu jawabanku. Aku hanya bisa menjawab, “Uuuh…” karena geli dan nikmat oleh sentuhannya. Sedang Eve masih saja mematung, hanya jari-jari tangan kirinya saja yang mulai meraih-raih sesuatu di selangkangannya. Lain dengan Emily yang sedang mencoba menggenggam barangku, dan aku merasa sedikit sakit karena Emily memaksakan jari tengahnya untuk bertemu dengan ibu jarinya. Tiba-tiba Emily, hentikan kegiatannya dan bertanya padaku, “Kamu punya film biru Jack?” Sambil terbata-bata kusuruh Eve untuk membuka laci di bawah TV-ku dan minta Eve lagi untuk masukan saja langsung ke video.

Cerita Dewasa HOT - 3 Wanita 1 Pria
 Waktu mulai diputar gambarnya bukan lagi dari awal, tapi sudah di pertengahan. Yang tampak adalah seorang laki-laki 60 tahun sedang dihisap barangnya oleh gadis belasan tahun. Kontan saja si Eve menghisap jarinya yang tadinya dipakai untuk menutup mulut sedangkan jari tangan kirinya masih kembali ke tugasnya. Pandanganku sayup, dan terasa benda lembut menyapu kepala barangku dan benda lembut lainnya menyapu bijiku. Aku mencoba untuk melihat ke bawah, ternyata lidah Khira di bagian kepala dan lidah Emily di bagian bijiku.
“Uuh… ssshh… uuuhh… ssshhh…” aku merasa nikmat.
Kupanggil Eve ke sampingku dan kubuka dengan tergesa-gesa kaos dan BH-nya. Tanpa sabar kuhisap putingnya dan segera terdengar nafas Eve memburu.
“Jacky… ooohh… Jacky… terusss… ooohhh…” nikmat Eve terdengar.
Kemudian terasa setengah barangku memasuki lubang hangat, ternyata mulut Khira sudah melakukan tugasnya walaupun tidak masuk semua tapi dipaksakan olehnya.
“Slep… slep… chk… chk…”
Itulah yang terdengar paduan suara antara barangku dan mulut Khira. Emily masih saja menjilat-jilat bijiku.

Cerita Dewasa HOT - 3 Wanita 1 Pria
 Dengan kasar Eve menarik kepalaku untuk kembali ke putingnya. Kurasakan nikmat tak ketulungan. Kuraih bahu Emily untuk bangun dan menyuruhnya untuk berbaring di tempat duduk panjang. Setelah kubuka semua penghalang kemaluannya langsung kubuka lebar kakinya dan wajahku tertanam di selangkangannya.
“Aaahhh… Jacky… aaahhh… enak Jacky… teruskan… aaahhh… terussss Jacky!” jerit Emily.
Ternyata Eve sudah bugil, tangannya dengan gemetar menarik tanganku ke arah barangnya. Aku tahu maksudnya, maka langsung saja kumainkan jari tengahku untuk mengorek-ngorek biji kecil di atas lubang nikmatnya. Terasa basah barang Eve, terasa menggigil barang Eve.
“Aaaahhh…” Eve sampai puncaknya.

Cerita Dewasa HOT - 3 Wanita 1 Pria
 Aku pun mulai merasa menggigil dan barangku terasa semakin kencang di mulut Khira, sedangkan mulutku belepotan di depan barang Emily, karena Emily tanpa berteriak sudah menumpahkan cairan nikmatnya. Aku tak tahan lagi, aku tak tahan lagi, “Aahhh…” Sambil meninggalkan barang Emily, kutarik kepala Khira dan menekannya ke arah barangku. Terdengar, “Heeerrkk…” Rupanya Khira ketelak oleh barangku dan mencoba untuk melepaskan barangku dari mulutnya, tapi terlambat cairan kentalku tersemprot ke tenggorokannya. Kepalanya menggeleng-geleng dan tangannya mencubit tanganku yang sedang menekan kepalanya ke arah barangku. Akhirnya gelengannya melemah Khira malah memaju mundurkan kepalanya terhadap barangku. Aku merasa nikmat dan ngilu sekali, “Sudah… sudah… aku ngiluuu… sudah…” pintaku. Tapi Khira masih saja melakukannya. Kakiku gemetar, gemetar sekali. Akhirnya kuangkat kepala Khira, kutatap wajahnya yang berlumuran dengan cairanku. Khira menatapku sendu, sendu sekali dan kudengar suara lembut dari bibirnya, “I Love you, Jacky!” aku tak menjawab. Apa yang harus kujawab! Hanya kukecup lembut keningnya dan berkata, “Thank you Khira!”
Cerita Dewasa HOT - 3 Wanita 1 Pria
 Rasa nikmatku hilang seketika, aku tak bernafsu lagi walaupun kulihat Eve sedang memainkan klitorisnya dengan jarinya dan Emily yang ternganga memandang ke arahku dan Khira. Mungkin Emily mendengar apa yang telah diucapkan oleh Khira. Demikianlah, kejadian demi kejadian terus berlangsung antara kami. Kadang hanya aku dengan salah satu dari mereka, kadang mereka berdua saja denganku. Aku masih memikirkan apa yang telah diucapkan oleh Khira. Umurku lebih 10 tahun darinya. Dan sekarang Khira lebih sering meneleponku di rumah maupun di tempat kerjaku. Hanya untuk mendengar jawabanku atas cintanya. Dan belakangan aku dengar Eve dan Emily sudah jarang bergaul dengan Khira. 
- See more at: http://seputar-hot.blogspot.com/2013/10/cerita-dewasa-hot-3-wanita-1-pria.html#sthash.b9nFALNn.dpuf

Cerita Dewasa HOT - 3 Wanita 1 Pria




Namaku Jackie dan tentunya bukan nama asliku. Aku adalah pria yang kurang beruntung, karena sudah dua kali ingin berniat untuk berkeluarga dan dua-duanya gagal. Aku berasal dari Indonesia, tapi sudah lama sekali tinggal di negerinya “kanguru”. Dan atas saran teman-teman, maka aku mensponsori seorang cewek dari Indonesia dengan niat untuk menikah. Tapi setelah wanita itu mendapatkan izin tinggal tetap di negeri ini, wanita itu meninggalkan aku.

Cerita Dewasa HOT - 3 Wanita 1 Pria

Begitu juga dengan yang kedua, yang berasal dari Amerika Latin. Nah, karena rumah yang kumiliki ini mempunyai dua kamar dan karena aku hanya tinggal sendiri sekaligus sudah kapok untuk mencari pasangan lagi, maka kamar yang satunya aku sewakan pada seorang pelajar (cowok) dari Jepang. Namanya Gamhashira. Gamha yang playboy ini sudah dua hari pulang ke negerinya untuk berlibur setelah menamatkan SMA-nya.


Cerita Dewasa HOT - 3 Wanita 1 Pria
Pada suatu sore di hari libur (liburan dari kerja) aku buang waktu dengan main internet, lebih kurang satu setengah jam bermain internet, tiba-tiba terdengar suara bel. Setengah kesal aku hampiri juga pintu rumahku, dan setelah aku mengintip dari lubang kecil di pintu, kulihat tiga orang gadis. Kemudian kubuka pintu dan bertanya (maaf langsung aku terjemahkan saja ke bahasa Indonesia semua percakapan kami),
“Bisa saya bantu?” kataku kepada mereka.


Cerita Dewasa HOT - 3 
Wanita 1 Pria
“Maaf, kami sangat mengganggu, kami mencari Gamha dan sudah satu jam lebih kami coba untuk telepon tapi kedengarannya sibuk terus, maka kami langsung saja datang.”
Yang berwajah Jepang nyerocos seperti kereta express di negerinya.


“Oh, soalnya saya lagi main internet, maklumlah soalnya hanya satu sambungan saja telepon saya,” jawabku.
“Memangnya kalian tidak tahu kalau si Gamha sedang pulang kampung dua hari yang lalu?” lanjutku lagi.


Kali ini yang bule berambut sebahu dengan kesal menjawab, “Kurang ajar si Gamha, katanya bulan depan pulangnya, Jepang sialan tuh!”
“Eh! Kesel sih boleh, tapi jangan bilang Jepang sialan dong. Gua tersinggung nih,” yang berwajah Jepang protes.
“Sudahlah, memang belum rejeki kita dijajanin sama si Gamha,” sekarang bule bermata biru nyeletus.
Dengan setengah bingung karena tidak mengerti persoalannya, kupersilakan mereka untuk masuk. Mulanya mereka ragu-ragu, akhirnya mereka masuk juga. “Iya deh, sekalian numpang minum,” kata bule yang berambut panjang masih kedengaran kesalnya.


Setelah mereka duduk, kami memperkenalkan nama kami masing-masing.
“Nama saya Jacky,” kataku.
“Khira,” kata yang berwajah Jepang (dan memang orang Jepang).
Yang berambut panjang menyusul, “Emily,” (Campuran Italia dengan Inggris).
“Saya Eve,” gadis bermata biru ini asal Jerman.
“Jacky, kamu berasal dari mana?” lanjutnya.
“Jakarta, Indonesia,” jawabku sambil menuju ke lemari es untuk mengambilkan minuman sesuai permintaan mereka.
Sekembalinya saya ke ruang tamu dimana mereka duduk, ternyata si Khira dan Eve sudah berada di ruang komputer saya, yang memang bersebelahan dengan ruang tamu dan tidak dibatasi apa-apa.
Aduh, panas sekali nich?!” si Emily ngedumel sambil membuka kemeja luarnya.


Memang di awal bulan Desember lalu, Australia ini sedang panas-panasnya. Aku tertegun sejenak, karena bersamaan dengan aku meletakkan minuman di atas meja, Emily sudah melepaskan kancing terakhirnya. Sehingga dengan jelas dapat kulihat bagian atas bukit putih bersih menyembul, walaupun masih terhalangi kaos bagian bawahnya. Tapi membuatku sedikit menelan ludah. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara si Eve,
“Jacky, boleh kami main internetnya?”
“Silakan,” jawabku.
Aku tidak keberatan karena aku membayar untuk yang tidak terbatas penggunaannya.
“Mau nge-chat yah?” tanyaku sambil tersenyum pada si Emily.
“Ah, paling-paling mau lihat gambar gituan,” lanjut Emily lagi.
“Eh, kaliankan masih di bawah umur?” kataku mencoba untuk protes.
“Paling umur kalian 17 tahun kan?” sambungku lagi.

Cerita Dewasa HOT - 3 Wanita 1 Pria  
Khira menyambut, “Tahun ini kami sudah 18 tahun. Hanya tinggal beberapa bulan saja.” Aku tidak bisa bilang apa-apa lagi. Baru saja aku ngobrol dengan si Emily, si Eve datang lagi menanyakan, apa saya tahu site-nya gambar “gituan” yang gratis. Lalu sambil tersenyum saya hampiri komputer, kemudian saya ketikkan salah satu situs seks anak belasan tahun gratis kesukaanku. Karena waktu mengetik sambil berdiri dan si Khira duduk di kursi meja komputer, maka dapat kulihat dengan jelas ke bawah bukitnya si Khira yang lebih putih dari punyanya si Emily. Barangku terasa berdenyut. Setengah kencang. Setelah gambar keluar, yang terpampang adalah seorang negro sedang mencoba memasuki barang besarnya ke lubang kecil milik gadis belasan. Sedangkan mulut gadis itu sudah penuh dengan barang laki-laki putih yang tak kalah besar barangnya dengan barang si negro itu. Terasa barangku kini benar-benar kencang karena nafsu dengan keadaan. Si Emily menghampiri kami berada, karena si Eve dan Khira tertawa terbahak-bahak melihat gambar itu. Aku mencoba menghindar dari situ, tapi tanpa sengaja sikut Khira tersentuh barangku yang hanya tertutup celana sport tipis. Baru tiga langkah aku menghindar dari situ, kudengar suara tawa mereka bertambah kencang, langsung aku menoleh dan bertanya, “Ada apa?” Eve menjawab, “Khira bilang, sikutnya terbentur barangmu,” katanya.


Aku benar-benar malu dibuatnya. Tapi dengan tersenyum aku menjawab, “Memangnya kenapa, kan wajar kalau saya merasa terangsang dengan gambar itu. Itu berarti aku normal.” Kulihat lagi mereka berbisik, kemudian mereka menghampiriku yang sedang mencoba untuk membetulkan letak barangku. Si Eve bertanya padaku sambil tersipu,
“Jacky, boleh nggak kalau kami lihat barangmu?”
Aku tersentak dengan pertanyaan itu.
“Kalian ini gila yah, nanti aku bisa masuk penjara karena dikira memperkosa anak di bawah umur.”
(Di negeri ini di bawah 18 tahun masih dianggap bawah umur).
“Kan tidak ada yang tahu, lagi pula kami tidak akan menceritakan pada siapa-siapa, sungguh kami janji,” si Emily mewakili mereka.
“Please Jacky!” sambungnya.
“Oke, tapi jangan diketawain yah!” ancamku sambil tersenyum nafsu.


Dengan cepat kuturunkan celana sport-ku dan dengan galak barangku mencuat dari bawah ke atas dengan sangat menantang. Lalu segera terdengar suara terpekik pendek hampir berbarengan.
“Gila gede banget!” kata mereka hampir berbarengan lagi.
“Nah! Sekarang apa lagi?” tanyaku.
Tanpa menjawab Khira dan Emily menghampiriku, sedangkan Eve masih berdiri tertegun memandang barangku sambil tangan kanannya menutup mulutnya sedangkan tangan kirinya mendekap selangkangannya. “Boleh kupegang Jack?” tanya Khira sambil jari telunjuknya menyentuh kepala barangku tanpa menunggu jawabanku. Aku hanya bisa menjawab, “Uuuh…” karena geli dan nikmat oleh sentuhannya. Sedang Eve masih saja mematung, hanya jari-jari tangan kirinya saja yang mulai meraih-raih sesuatu di selangkangannya. Lain dengan Emily yang sedang mencoba menggenggam barangku, dan aku merasa sedikit sakit karena Emily memaksakan jari tengahnya untuk bertemu dengan ibu jarinya. Tiba-tiba Emily, hentikan kegiatannya dan bertanya padaku, “Kamu punya film biru Jack?” Sambil terbata-bata kusuruh Eve untuk membuka laci di bawah TV-ku dan minta Eve lagi untuk masukan saja langsung ke video.

Cerita Dewasa HOT - 3 Wanita 1 Pria
 Waktu mulai diputar gambarnya bukan lagi dari awal, tapi sudah di pertengahan. Yang tampak adalah seorang laki-laki 60 tahun sedang dihisap barangnya oleh gadis belasan tahun. Kontan saja si Eve menghisap jarinya yang tadinya dipakai untuk menutup mulut sedangkan jari tangan kirinya masih kembali ke tugasnya. Pandanganku sayup, dan terasa benda lembut menyapu kepala barangku dan benda lembut lainnya menyapu bijiku. Aku mencoba untuk melihat ke bawah, ternyata lidah Khira di bagian kepala dan lidah Emily di bagian bijiku.
“Uuh… ssshh… uuuhh… ssshhh…” aku merasa nikmat.
Kupanggil Eve ke sampingku dan kubuka dengan tergesa-gesa kaos dan BH-nya. Tanpa sabar kuhisap putingnya dan segera terdengar nafas Eve memburu.
“Jacky… ooohh… Jacky… terusss… ooohhh…” nikmat Eve terdengar.
Kemudian terasa setengah barangku memasuki lubang hangat, ternyata mulut Khira sudah melakukan tugasnya walaupun tidak masuk semua tapi dipaksakan olehnya.
“Slep… slep… chk… chk…”
Itulah yang terdengar paduan suara antara barangku dan mulut Khira. Emily masih saja menjilat-jilat bijiku.

Cerita Dewasa HOT - 3 Wanita 1 Pria
 Dengan kasar Eve menarik kepalaku untuk kembali ke putingnya. Kurasakan nikmat tak ketulungan. Kuraih bahu Emily untuk bangun dan menyuruhnya untuk berbaring di tempat duduk panjang. Setelah kubuka semua penghalang kemaluannya langsung kubuka lebar kakinya dan wajahku tertanam di selangkangannya.
“Aaahhh… Jacky… aaahhh… enak Jacky… teruskan… aaahhh… terussss Jacky!” jerit Emily.
Ternyata Eve sudah bugil, tangannya dengan gemetar menarik tanganku ke arah barangnya. Aku tahu maksudnya, maka langsung saja kumainkan jari tengahku untuk mengorek-ngorek biji kecil di atas lubang nikmatnya. Terasa basah barang Eve, terasa menggigil barang Eve.
“Aaaahhh…” Eve sampai puncaknya.

Cerita Dewasa HOT - 3 Wanita 1 Pria
 Aku pun mulai merasa menggigil dan barangku terasa semakin kencang di mulut Khira, sedangkan mulutku belepotan di depan barang Emily, karena Emily tanpa berteriak sudah menumpahkan cairan nikmatnya. Aku tak tahan lagi, aku tak tahan lagi, “Aahhh…” Sambil meninggalkan barang Emily, kutarik kepala Khira dan menekannya ke arah barangku. Terdengar, “Heeerrkk…” Rupanya Khira ketelak oleh barangku dan mencoba untuk melepaskan barangku dari mulutnya, tapi terlambat cairan kentalku tersemprot ke tenggorokannya. Kepalanya menggeleng-geleng dan tangannya mencubit tanganku yang sedang menekan kepalanya ke arah barangku. Akhirnya gelengannya melemah Khira malah memaju mundurkan kepalanya terhadap barangku. Aku merasa nikmat dan ngilu sekali, “Sudah… sudah… aku ngiluuu… sudah…” pintaku. Tapi Khira masih saja melakukannya. Kakiku gemetar, gemetar sekali. Akhirnya kuangkat kepala Khira, kutatap wajahnya yang berlumuran dengan cairanku. Khira menatapku sendu, sendu sekali dan kudengar suara lembut dari bibirnya, “I Love you, Jacky!” aku tak menjawab. Apa yang harus kujawab! Hanya kukecup lembut keningnya dan berkata, “Thank you Khira!”
Cerita Dewasa HOT - 3 Wanita 1 Pria
 Rasa nikmatku hilang seketika, aku tak bernafsu lagi walaupun kulihat Eve sedang memainkan klitorisnya dengan jarinya dan Emily yang ternganga memandang ke arahku dan Khira. Mungkin Emily mendengar apa yang telah diucapkan oleh Khira. Demikianlah, kejadian demi kejadian terus berlangsung antara kami. Kadang hanya aku dengan salah satu dari mereka, kadang mereka berdua saja denganku. Aku masih memikirkan apa yang telah diucapkan oleh Khira. Umurku lebih 10 tahun darinya. Dan sekarang Khira lebih sering meneleponku di rumah maupun di tempat kerjaku. Hanya untuk mendengar jawabanku atas cintanya. Dan belakangan aku dengar Eve dan Emily sudah jarang bergaul dengan Khira. 
- See more at: http://seputar-hot.blogspot.com/2013/10/cerita-dewasa-hot-3-wanita-1-pria.html#sthash.b9nFALNn.dpuf

0 komentar:

Posting Komentar

obat pembesar penis
obat kuat untuk sex